Teknologi pencegahan ledakan debu

Ledakan debu mengacu pada reaksi kimia di mana debu yang mudah terbakar, bercampur dengan gas pengoksidasi (seperti oksigen atau udara) membentuk awan debu di dalam ruang tertutup, terbakar dengan cepat di hadapan sumber penyulut, menyebabkan peningkatan suhu dan tekanan yang cepat.

Kondisi untuk terjadinya ledakan debu umumnya meliputi lima faktor:

(1) Keberadaan debu yang dapat mengalami reaksi oksidasi dengan gas pengoksidasi;

(2) Keberadaan gas pengoksidasi;

(3) Keberadaan sumber panas bersuhu tinggi yang cukup untuk menyulut debu, yaitu sumber penyulut;

(4) Debu tersuspensi dalam gas pengoksidasi, membentuk awan debu, dan mencapai batas ledakan bawah;

(5) Awan debu terbatas di dalam ruang yang relatif tertutup.

Teknologi Pengendalian Ledakan Debu

(1) Pencegahan Ledakan

Ini melibatkan penguatan peralatan dan fasilitas untuk menahan tekanan ledakan tertentu, sehingga mencegah kerusakan peralatan. Untuk desain tahan ledakan debu, tekanan desain umumnya sekitar 1,0 MPa, berdasarkan tekanan ledakan maksimum sekitar 0,9 MPa dalam bola 20L. Namun, sebagian besar pengumpul debu saat ini hanya memiliki peringkat tekanan 30-50 kPa, sehingga perlu dipertimbangkan pelepasan tekanan ledakan.

(2) Pelepasan Tekanan Ledakan

Ini melibatkan pemasangan perangkat pelepas tekanan, seperti cakram pecah dan pintu pelepas tekanan, pada peralatan dan fasilitas untuk memungkinkan pelepasan tekanan ledakan dengan cepat, mengurangi tekanan puncak di dalam peralatan dan dengan demikian meminimalkan kerusakan pada peralatan dan personel. Perangkat pelepasan tekanan ledakan perlu dirancang dan diatur secara rasional sesuai dengan karakteristik peralatan dan lingkungan kerja, dengan mempertimbangkan efek penguatan turbulensi internal pada pengumpul debu dan fluidized bed terhadap ledakan debu. Perlu dicatat bahwa pelepasan tekanan ledakan hanya dapat mengurangi tekanan ledakan maksimum di dalam wadah dan mencegah kerusakan wadah; itu tidak dapat mencegah api ledakan debu menyebar ke wadah lain melalui pipa.

(3) Isolasi Ledakan

Ini melibatkan pengaturan katup isolasi ledakan atau penekan untuk mengisolasi area ledakan dari area lain, mencegah ledakan memengaruhi seluruh sistem. Metode ini sering digunakan dalam sistem perpipaan dan peralatan yang kompleks untuk memastikan bahwa jika terjadi ledakan, dampaknya dapat dikendalikan dalam jangkauan sekecil mungkin.

(4) Penekanan Ledakan

Penekanan ledakan juga merupakan metode efektif untuk mengurangi tekanan ledakan di dalam wadah. Pada tahap awal ledakan, zat penekan (seperti bahan pemadam api atau gas) disuntikkan dengan cepat untuk menghambat penyebaran dan perkembangan ledakan. Sistem penekan ledakan biasanya dilengkapi dengan sensor dan perangkat kontrol otomatis yang dapat mengaktifkan penyuntikan zat penekan segera setelah sinyal ledakan terdeteksi, sehingga secara efektif mengendalikan ledakan.