Aplikasi Unsur Tanah Jarang dalam Material Baru

Material magnet permanen berbahan dasar kobalt tanah jarang (rare earth-cobalt), serta neodimium-besi-boron—yang dicirikan oleh remanensi tinggi, koersivitas tinggi, dan produk energi maksimum yang tinggi—dimanfaatkan secara luas dalam industri elektronik dan kedirgantaraan. Kristal tunggal dan polikristal ferit tipe garnet, yang disintesis dari oksida tanah jarang murni dan oksida feri, menemukan aplikasinya di sektor gelombang mikro dan elektronik. Yttrium aluminium garnet dan kaca neodimium, yang dipabrikasi menggunakan oksida neodimium dengan kemurnian tinggi, berfungsi sebagai material laser padat (solid-state). Heksaborida tanah jarang digunakan dalam produksi material katode untuk emisi elektron. Paduan lantanum-nikel merupakan material penyimpanan hidrogen yang muncul sebagai perkembangan baru pada tahun 1970-an, sementara lantanum kromit berfungsi sebagai material termoelektrik suhu tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai negara di seluruh dunia telah mencapai kemajuan terobosan dalam pengembangan material superkonduktor melalui penggunaan oksida berbasis barium yang dimodifikasi dengan barium, yttrium, tembaga, dan oksigen; material-material ini memungkinkan terwujudnya superkonduktivitas dalam kisaran suhu nitrogen cair.

 

Selain itu, unsur-unsur tanah jarang digunakan secara ekstensif dalam sumber pencahayaan, termasuk fosfor untuk televisi proyeksi, layar intensifikasi, pencahayaan tiga warna (tri-color), dan lampu mesin fotokopi. Di sektor pertanian, penerapan sejumlah kecil nitrat tanah jarang pada tanaman ladang dapat meningkatkan hasil panen sebesar 5% hingga 10%. Dalam industri ringan dan tekstil, klorida tanah jarang dimanfaatkan secara luas dalam berbagai proses seperti penyamakan bulu, pewarnaan bulu, pewarnaan benang wol, dan pewarnaan karpet.